
Sambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026, KB-TK Islam Hidayatullah Hadirkan Kegiatan Bermakna dan Edukatif
Semarang, 12 Juli 2025 – KB-TK Islam Hidayatullah yang berlokasi di Banyumanik, Semarang, mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 dengan menggelar kegiatan Hari Pertama Masuk Sekolah (HPMS) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Acara dimulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa dari Kelompok Bermain (KB), TK A, serta para orang tua/wali murid.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang mempererat hubungan antara peserta didik, guru, dan keluarga. Dengan menggandeng vendor edukatif G-Adventure, KB-TK Islam Hidayatullah menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun bonding yang positif antara anak-anak dan lingkungan sekolah.
Membangun Pengalaman Bermakna dan Bonding Positif
Tujuan Kegiatan HPMS
HPMS bukan sekadar seremoni pembukaan tahun ajaran baru, tetapi merupakan wahana membangun ikatan batin (bonding) antara anak, orang tua, dan pihak sekolah. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan Islam yang mengedepankan ta’awun (kerjasama), ukhuwah (persaudaraan), dan tarbiyah (pendidikan berkelanjutan).
Kegiatan ini menjadi ajang awal menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap dunia pendidikan dalam lingkungan sekolah Islam.
Membuka Hari Pertama dengan Semangat dan Keceriaan
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh MC Bapak Karim dan Ibu Husnul untuk kelompok TK A, serta Ibu Silvi untuk kelompok KB. Anak-anak bersama orang tua menyanyikan lagu “Hari Pertama Masuk Sekolah” dan “Aku Senang Sekolah di Hidayatullah” yang menciptakan suasana akrab dan penuh semangat.
Guru-guru memperkenalkan diri dengan ramah, diiringi sorak tawa anak-anak yang mulai merasa nyaman dan percaya diri. Kehadiran orang tua di awal masa sekolah menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman dan antusiasme anak terhadap dunia pendidikan.
Sambutan Kepala Sekolah dan Deklarasi Literasi Lingkungan
Kepala KB-TK Islam Hidayatullah, Ibu Nur ‘Ain, S.Pd., menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh peserta. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia dan cinta ilmu.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan berbasis karakter dan peduli lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Literasi Lingkungan Terpadu (GESIT). Kepala sekolah, guru, orang tua, hingga siswa menandatangani kesepakatan bersama untuk menciptakan budaya literasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Momentum ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Dengan suara penuh keyakinan, beliau menekankan bahwa setiap langkah yang ditempuh oleh lembaga ini dibingkai dalam semangat “tarbiyah rabbaniyyah” — yaitu pendidikan yang membimbing anak untuk mengenal Rabb-nya, mencintai ilmu, dan hidup dengan akhlak mulia. KB_TK Islam Hidayatullah juga berkomitmen menjalin komunikasi terbuka dan kolaboratif dengan orang tua, karena meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang dibangun bersama.



Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan bersama, diawali oleh Kepala Sekolah dan para guru, dilanjutkan oleh orang tua wali murid serta peserta didik. Momen ini memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik generasi Qur’ani yang peduli terhadap ilmu dan alam. Literasi dan pendidikan adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Sebagaimana wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ayat ini menjadi dasar pentingnya membaca, menulis, dan mencintai ilmu sejak usia dini. Gerakan GESIT adalah wujud nyata dari perintah ilahi untuk membangun generasi berpengetahuan dan berakhlak mulia.
Permainan Edukatif yang Melatih Kolaborasi dan Konsentrasi
Setelah sesi formal, anak-anak terlibat aktif dalam berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh tim G-Adventure. Di kelompok TK A, siswa mengikuti kegiatan seru seperti Playing Glass, Lintas Membrano, dan Sponsbox. Permainan ini melatih kerja sama tim, koordinasi, serta ketangkasan.
Sementara itu, siswa kelompok KB berpartisipasi dalam permainan Memindahkan Air, Memasukkan Bola ke Keranjang, dan Menyusun Lego. Aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan konsentrasi, fokus, serta interaksi sosial anak-anak dalam suasana yang menyenangkan.
Suasana penuh tawa dan semangat membuat hari pertama masuk sekolah menjadi kenangan indah yang akan dikenang oleh anak-anak dan orang tua.
Permainan ini membangun kesadaran bahwa kehidupan butuh perjuangan dan keberanian, tetapi dengan pertolongan Allah, segala sesuatu dapat dilalui.







Komitmen TK Islam Hidayatullah terhadap Pendidikan Islami Berkualitas
TK Islam Hidayatullah menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik, tidak hanya kepada peserta didik tetapi juga kepada orang tua/wali murid. Pendidikan yang diberikan mencakup aspek:
- Spiritual (Ruhiyah): Menanamkan nilai keimanan dan akhlak mulia
- Intelektual (Aqliyah): Meningkatkan kemampuan berpikir dan literasi
- Fisik dan Emosional (Jasadiyah & Nafsiyah): Melalui aktivitas bermain yang terarah
Dengan pendekatan holistik-integratif, TK Islam Hidayatullah bertekad menjadi bagian penting dalam membentuk generasi sholih dan sholihah yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah.
Pendidikan Berarti Menanam untuk Masa Depan
Dengan penuh harapan dan semangat baru, KB-TK Islam Hidayatullah Banyumanik Semarang membuka lembaran baru tahun ajaran 2025/2026. Hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah awal untuk menanamkan nilai dan kebiasaan baik dalam jiwa anak-anak.
“Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”
— (Ali bin Abi Thalib R.A.)
Melalui pendekatan yang kolaboratif, Islami, dan ramah anak, KB-TK Islam Hidayatullah terus bergerak untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang bermakna, unggul, dan diberkahi.
Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)







